Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Peristiwa

Letusan Sekunder Gunung Semeru Terus Berlanjut, Warga Diharap Waspada

51
×

Letusan Sekunder Gunung Semeru Terus Berlanjut, Warga Diharap Waspada

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

POJOKJATIM.com | LUMAJANG – Aktivitas vulkanik Gunung Semeru kembali meningkat. Pada Jum’at (21/11/2025), gunung api tertinggi di Pulau Jawa itu memuntahkan awan panas guguran (APG) lagi yakni dengan sebutan Letupan Sekunder. 

Informasi awal erupsi tercatat oleh pos pemantauan sejak pukul 15.30 WIB, dan aktivitas masih berlangsung sampai petang hingga jalan menuju piket nol melewati Gladak Perak di stop untuk sementara. 

Example 300x600

Gunung yang berada di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, ini memang tengah berada pada fase aktif setelah mengalami erupsi besar pada Rabu (19/11/2025) dengan kolom abu mencapai tinggi 2.000 meter dari puncak.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru Rudra Wibowo melaporkan bahwa aktivitas kegempaan pada Jumat dini hari menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan.

“Untuk pengamatan kegempaan tercatat 45 kali gempa letusan atau erupsi dengan amplitudo 10–22 mm dan durasi 58–184 detik,” ujarnya dalam laporan tertulis.

Secara visual, kondisi puncak Semeru pada Jumat pagi tidak terpantau dengan jelas akibat tertutup kabut tebal. Cuaca di sekitar gunung dilaporkan mendung hingga hujan, dengan angin lemah bertiup ke arah tenggara. Asap kawah pun tidak teramati karena jarak pandang terbatas.

Selain gempa erupsi, Semeru juga mengalami beberapa aktivitas kegempaan lainnya:

• 6 kali gempa guguran, amplitudo 2–4 mm, durasi 40–74 detik

• 8 kali gempa hembusan, amplitudo 2–4 mm, durasi 34–69 detik

• 5 kali gempa tektonik jauh, amplitudo 4–8 mm, S-P 14–16 detik, durasi 25–53 detik

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lumajang, Isnugroho, mengonfirmasi bahwa intensitas luncuran awan panas terus bertambah sejak rekaman pertama.

“Awan panas terekam mulai pukul 14.30, dan informasi terbaru jarak luncur sudah mencapai 8,5 kilometer dari puncak,” ujarnya, (19/11/2025). 

Sebagai langkah mitigasi, BPBD Lumajang telah membunyikan sirine bahaya yang terpasang di beberapa titik rawan di sekitar lereng Semeru. Selain itu, dua tim Tim Reaksi Cepat (TRC) telah dikerahkan untuk memberikan imbauan langsung kepada warga.

“Dua tim sudah kami terjunkan ke lokasi untuk mengimbau warga menjauh dari zona bahaya, terutama aliran sungai yang berhulu ke Gunung Semeru,” jelas Isnugroho.

Awan panas guguran Semeru dikenal bergerak cepat, bahkan bisa mencapai kecepatan lebih dari 60–100 km/jam. (*)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *